Senin, 07 September 2009

Upilku yang telah lama hilang . .

Perhatian : Cerita ini sangat panjang, butuh 2 menit untuk membaca.


Ini kisah 2 tahun yang lalu . . .


Suatu hari, saat aku sedang dudug di meja kelas 6 SD . .

Saat itu pula, kumpulan upil yang indah menawan tersimpan di dalam hidungku yang anggun nan elok . .

Tetapi . .

Sayang sekali . .

Upil-upil yang indah dan menawan itu mulai melakukan pembelahan sel, dan memperbanyak dirinya sehingga mulai keluar dari hidung perlahan-lahan . .

Upil yang semakin membanyak itu mulai mengganggu, dan dengan sangat terpaksa aku harus merelakan jari telunjukku yang seksi dan mulai mengeluarkan seisi hidungku . .

hanya dalam hitungan jam, aku berhasil membersihkan hidungku lagi, akan tetapi, muncullah masalah kependudukan kompleks yang baru : "dimana aku harus menaruh semua upil-upil (yang mengandung jutaan sel, jutaan bakteri dan miliaran mikroorganisme) ini ??

"bawah meja . ." terdengar suara malaikat dari atas langit-langit kelasku yang sudah setengah mau rubuh . .
Kuturuti sarannya, dan sesaat kemudian jariku sudah bersih kembali . .
mungkin meja itu menyesali nasibnya dan menangisi hidupnya . .

. . .

Sekarang setelah 2 tahun aku berpisah dari upil2ku (dan mejanya juga), kini . . dapatkah aku bertemu dengan mereka lagi? aku rindu akan kehijauannya, kelembutannya, rambutnya yang halus (lho?), dan aroma terapinya yang segar . .

Selamat tinggal upilku . .

(udah 2 menit ?)